Produk Penyubur Tanah untuk Pertanian

Produk Penyubur Tanah untuk Pertanian – Tanah pertanian intensif di Indo – nesia bisa dikatakan sedang “sakit” karena semakin miskin kandungan haranya. Tanah yang sakit ini ber-pH ekstrem, di bawah 5 atau di atas 8. Salinitas tinggi dengan skala di atas 2. Biotanya sedikit, lapisan humus tipis, teksturnya keras, dan kebutuhan pupuk meningkat, tapi hasil panen tetap. Dari total pemupukan untuk tanaman, terutama N, hanya sekitar 30%-40% yang diserap ta – naman. Sisanya, tercuci menjadi nitrat dalam air tanah (30%), teroksidasi menjadi NOx di udara (25%), dan terikat oleh koloid tanah (3%-5%). Menurut Danu Kun co – ro, Business Manager – Plant Health FMC Agri – cultural Solutions, kandungan bahan organik yang ada di tanah seha – r usnya minimal 4%. “Fak tanya, kandungan organik di tanah intensif pertanian kita hanya 1%. Bahkan rata di seluruh dunia,” ujar alumnus S1 Agro nomi, Faper ta, Uni ver sitas Jember itu. Sebenarnya, perpu tar an siklus orga – nik sudah ada. Misalnya, setelah ta nam jagung, padi, atau kedelai, batang dan da un dibiarkan di lahan, ke mudian meng alami pro ses pembusukan hing – ga menjadi bahan organik. Namun, cara pengembalian ke suburan tanah seperti itu butuh wak tu yang la ma.

Untuk meng atasinya, FMC Agri cultural Solu – tions menawarkan Mi cro FERTI MAGNET yang me – rupakan hu mus cair terbuat dari mineral leonardit. Keuntungan Mengapa setelah gunung meletus tanah menjadi su – bur? Karena material yang keluar dari dalam perlu bu – mi itu mengandung humus cair. “Jadi kita tidak perlu menunggu gunung meletus untuk menyuburkan tanah. Pakai saja MAGNET, kan – dung an intinya sama seperti ma terial gunung meletus yang menyuburkan tanah,” ungkap Danu. MAGNET me ru pa kan humus cair yang bisa digunakan sebagai alternatif peng ganti pupuk kandang. Fung sinya melindungi akar tanaman dari cekatan pH dan salinitas dan membantu proses pembongkaran unsur organik dan anorganik dalam tanah. Di sam ping itu, juga membantu proses penye rap – an unsur dari dalam tanah, membe ri makanan bagi mikroba menguntungkan, dan membantu meningkat kan kapasitas penyimpanan air dalam tanah. Saat menelusur ke dae – rah Lembang dan Panga – lengan, Bandung, Danu melihat banyak petani yang menggunakan pu – puk kandang dengan to – nase besar. Bahkan kebiasaan petani, jika belum menggunakan 20 ton pu – puk kandang, mereka be – lum merasa puas. Asum – sinya, katakanlah 20 ton pupuk kandang seharga Rp20 juta. Belum biaya transportasi, biaya ang – kut, dan biaya lainnya. De ngan MAGNET yang seharga Rp125 ribu/l di – kalikan 20, petani hanya menge luarkan Rp2,5 juta. “Ha silnya sama, bahkan le bih bagus,” paparnya.

Produk Penyubur Tanah untuk Pertanian

  • Kombinasi Teknologi O4 (Organic 4)

MAGNET berbeda dari produk asam humat lain. Umumnya, produk asam humat hanya mengandung satu senyawa aktif, yaitu asam humat. Sedang kan MAGNET me – mi liki tiga senyawa selain asam humat, yaitu asam fulvat, humin, dan karbohidrat. Kombinasi ini sudah dipaten – kan oleh Actagro. Ba nyak perusahaan lain dari negara lain ingin meniru, tapi tidak ada yang ber hasil. Empat bahan aktif ini memiliki fung – si yang berbeda-beda. Asam humat untuk membongkar tanah dari kondisi tidak ketersediaan hara menjadi tersedia. Asam fulvat menyerap unsur hara kemudian humin memegangnya, dan karbohidrat menyebarkannya ke seluruh bagian tanaman. Selain menyebar, karbohidrat juga berfungsi sebagai makanan bagi mikroba dan jamur baik yang membantu sistem perakaran. “Jamur membentuk hifa pada perakaran dan membantu penyerapan da – lam tanah,” papar jebolan S2 Pemu – liaan Tanaman, Faperta, Universitas Brawijaya itu.

Karbohidrat ini tidak akan menguntungkan patogen karena bukan nutrisinya. Asam organik Actagro ini mengandung struktur kimia yang reaktif. Se – nyawanya terdiri dari dua gugus aktif sehingga asam organik Actagro memiliki mode of action yang reaktif bekerja untuk pertukaran unsur hara. Untuk memperbaiki sifat tanah, senyawa aktif mampu menahan air dalam tanah, meng gemburkan tanah, dan menurunkan salinitas dalam jangka yang panjang. Sedangkan untuk memperbaiki sifat kimia tanah, teknologi ini bisa memineralisasi unsur nitrogen (N), melarutkan fosfat (P), mereduksi-oksidasi logam berat, me ningkatkan kapasitas tukar kation, dan menjadi penyeimbang efek negatif pupuk kimia. Selanjutnya, teknologi asam organik Acta – gro ini mampu me – rang sang pertumbuh – an tanaman. Cara kerjanya seperti hormon per tumbuhan yang mam pu meningkat – kan jumlah hijau daun, fotosintesis, dan produksi karbohidrat. Se – lain itu asam ini pun mampu meningkat – kan elastisitas membran sel dalam meng – ambil unsur hara dan meng hambat hormon stres sepeti IAA oksidase.

  • Cara Aplikasi

MAGNET bisa diapli kasikan pada tanaman padi, jagung, cabai, dan kentang. Bahkan, dapat digunakan untuk tambak. “Ada tambak sudah 10 tahun di Sulawesi, tidak ada cacingnya sama sekali. Itu indi ka sinya tanahnya tidak sehat. Kemudian diaplikasikan MAGNET dengan dosis 20 l/ha. Kira-kira satu musim sekitar 1-2 bulan, cacing tanah mulai ada kembali. Algae untuk pakan ikan alami juga tumbuh,” terang Danu. Prinsipnya, MAGNET ini diaplika – sikan sebelum tanam dan setelah peng olahan lahan. Pada saat tanah da – lam keadaan lembap supaya mudah terserap. Yang membedakan hanya do sisnya. Untuk pertanaman padi dan jagung, MAGNET ini diaplikasikan sebanyak 10 l/ha atau 500 ml/tangki. Sedangkan pada cabai dan kentang, aplikasikan 20 l/ha atau 1 l/tangki. Dengan memberikan MAGNET, peng gunaan pupuk kandang dapat di – kurangi hingga 50%, bahkan tanpa pu – puk kandang pun bisa. Memang hasilnya tidak langsung terlihat karena bu – tuh proses. Apalagi pada tanah yang ke – rusakannya sangat parah. Paling ti dak, membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua musim pertanaman baru efek – nya akan terlihat. “Hasilnya bisa me – ningkat kira-kira 20%-30%,” ujarnya.*