Penyebaran Musik Gambus di Melayu dan Indonesia

Penyebaran Musik Gambus di Melayu dan Indonesia

Penyebaran Musik Gambus di Melayu dan Indonesia

Gambus merupakan salah satu jenis alat musik petik yang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Alat musik seperti Mandolin ini sebenarnya berasal dari Timur Tengah. Gambus paling sedikit memiliki 3 senar dan paling banyak memiliki 12 senar. Biasanya gambus dimainkan sambil diiringi dengan gendang. Namun dalam perkembangannya, gambus juga dipadukan dengan alat musik lainnya. Bahkan saat ini juga sudah digunakan alat musik modern lainnya seperti biola dan keyboard. Sebuah orkes musik yang menggunakan gambus sebagai alat musik utama sering disebut dengan orkes gambus

 

Persebaran populasi muslim Melayu dari wilayah pesisir Sarawak, Sabah, Kalimantan dan Brunei membuat gambus identik dengan musik orang Islam. Selain itu gambus juga dianggap sebagai instrumen yang penting bagi budaya Islam pesisiran sewa organ tunggal jakarta. Info mengenai kehadiran pemukiman muslim awal di Kalimantan sudah didokumentasikan di dalam catatan Cina. Pertunjukkan gambus dan praktik – praktik Islam sudah menjadi saling berkaitan dengan sejumlah aspek dari musik Melayu. Oleh sebab itu gambus sampai saat ini masih dihubung-hubungkan dengan populasi muslim dalam kultural melayu

 

Sebenarnya belum ada yang tahu secara pasti kapan tepatnya gambus masuk ke Melayu. Hal ini sama seperti sulitnya memastikan apakah lebih dulu digunakan gambus atau instrumen semacam kecapi yang digunakan dalam budaya Jawa. Meskipun bukti memperlihatkan ada peran dari muslim asal Gujarat dan Persia, proses transmisi gambus di Melayu belum dapat disimpulkan

 

Mungkin gambus sudah dikembangkan berabad – abad di Melayu, dalam artian nama mirip dengan ganbus hadramaut dari segi lirik dan isinya. Tetapi modifikasi dan bentuknya mirip dengan barbat Persia. Ini menjelaskan bahwa berbagai budaya yang masuk ke nusantara akan mengalami modifikasi ulang dan tampil dengan bentuk yang lebih kreatif.

 

Musik gambus di tanah air dibawa oleh Syeikh Albar, salah sau pemusik berirama Timur Tengah yang populer di Indonesia. Dia adalah keturunan Arab – Indonesia yang lahir Surabaya. Dia menikah dengan Farida Al-Hasni. Dari pernikahannya itu ia dikaruniai anak, salah satunya adalah Ahmad Albar yang merupakan penyanyi rock populer

 

Pada tahun 1920an dan 1930an, Syeikh Albar juga terkenal sebagai pemain gambus professional. Pada waktu itu dia sudah masuk dunia rekaman dan direkam oleh His Master Voice. Mutif, salah satu penggiat gambus yang juga pernah menjadi penyanyi gambus mengatakan bahwa cuplikan gambusnya tidak kalah dengan pemain gambus terkenal dari Mesir, Abdul Wahab

 

Kelebihan Syech Albar di dunia gambus adalah kemampuannya dalam menciptakan lagu – lagunya sendiir. Ia bahkan juga melibatkan grup musik asal Italia saat rekaman. Hal itulah yang membuat namanya terkenal di negara – negara Arab. Bahkan pers Lebanon pernah menjulukinya sebagai pemain gambus yang paling handal. Saat itu rekaman lagu – lagunya juga beredar di negara – negara Arab. Kemudian musik gambus Syeikh Albar dilanjutkan oleh pegambus Indonesia yang bernama Segaf Assegaf