Category Archives: Rumah

4 Cara Membersihkan dan Mencegah Pertumbuhan Jamur di Dalam Lemari Kayu

Furniture yang tidak di rawat dengan baik tentu menimbulkan banyak masalah kerusakan, terutamanya adalah jamur. Sebuah furniture outdoor maupun indoor juga sangat di sarankan untuk di bersihkan sertiap hari supaya bisa awet tahan lama, terutamanya untuk penggunaan umum seperti mimbar masjid, podium kayu, kursi tamu, gazebo,dan juga furniture kayu lainnya.

Salah satu kelemahan dari lemari kayu adalah berpotensi tumbuh jamur. Jamur bisa tumbuh di lemari apabila kondisinya terlalu lembab dan kotor. Jangan heran apabila ada sebagian lemari yang jamurnya tumbuh begitu banyak.

Penting untuk dipahami, bahwasannya jamur di dalam lemari bisa mencemari barang disekitarnya. Mulai dari pakaian, perabotan, atau bahkan makanan. Bagi Anda yang tidak ingin lemarinya ditumbuhi jamur, maka bisa mempraktekkan beberapa tips berikut.

Cara Mencegah Pertumbuhan Jamur di Dalam Lemari

 

  1. Meletakkan Kamper

Kamper atau kapur barus adalah barang paling mudah untuk membantu menghilangkan jamur di dalam lemari. Selain berguna untuk membuat bagian dalam lemari lebih harum, kamper juga bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan di serat-serat kayu.

mencegah jamur pada lemari pakaian

Langkah pertama, bersihkan dahulu jamur-jamur yang ada di lemari, kemudian letakkan kamper di dalamnya.

  1. Mengoleskan Alkohol di Sisi Lemari

Sudah tahukah Anda, ternyata alkohol bisa dimanfaatkan sebagai obat untuk menghilangkan jamur sekaligus mencegahnya tumbuh kembali di lemari. Cara pemakaiannya tergolong mudah. Anda harus membersihkan bagian lemari yang berjamur menggunakan kain lap kering, siapkan alkohol 70-80%, ambil kapas dan gunakan untuk mengoleskan alkohol pada semua sisi lemari.

Begitu terkena alkohol, jamur yang tersisa di serat-serat kayu langsung mati.

  1. Melapisi Dengan Melamin atau Pernis

Meskipun lemari kayu yang Anda beli sudah di finishing menggunakan melamin atau pernis, namun bukan berarti bisa mencegah pertumbuhan jamur begitu Anda memakai lemari tersebut.

Sama seperti langkah-langkah diatas, bersihkan dahulu jamur di dalam lemari menggunakan kain kering dan baru melapisinya dengan melamin atau pernis. Ini merupakan metodeyang ampuh untuk mencegah jamur datang kembali.

 mencegah jamur

  1. Memberi Alas Lemari

Jamur adalah makhluk hidup yang tumbuh di serat-serat kayu lemari. Sesudah berhasil membersihkan jamur, Anda bisa memasang lapisan seperti plastik bening atau koran. Sehingga, bisa mencegah pertumbuhan jamur.

Setiap beberapa waktu sekali, ganti alas tersebut dan pastikan bahwa bagian dalam lemari selalu  bersih.  Tidak kalah penting, pastikan Anda menjauhkan dari tempat lembab.

Itu tadi adalah empat cara mencegah pertumbuhan jamur di dalam lemari, semoga bermanfat.

 

Mengenal Prinsip Dasar Heat Pump atau Pompa Kalor

Mengenal Prinsip Dasar Heat Pump atau Pompa Kalor

Mengenal Prinsip Dasar Heat Pump atau Pompa Kalor

Heat Pump atau yang juga sering disebut dengan pompa kalor merupakan sebuah sistem yang mampu menyerap kalor dari tempat tertentu dan kemudian membuangnya ke tempat lain. Jika memaanfaatkan bagian penyerapan kalor, pompa kalor dapat dimanfaatkan sebagai pendingin. Hal inilah yang kita kenal dengan sebutan sistem refrigerasi. Selain itu, pompa kalor juga bisa dimanfaatkan sebagai pemanas ketika memanfaatkan bagian pembuangan kalor

N Three – Contoh sederhananya, pompa kalor merupakan air conditioner atau AC. AC bekerja dengan menyerap kalor yang terdapat di ruangan setelah itu kalor dibuang ke luar ruangan. Untuk dapat memahami prinsip kerja pompa kalor, kita dapat menggunakan analogi pompa air jual heat pump. Pasalnya dari segi prinsip, kedua jenis pompa tersebut hampir sama. Pada dasarnya air akan mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah secara alami. Untuk dapat mengalirkan air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi diperlukan sebuah alat atau pompa dan energi atau usaha dari luar yang berupa energi mekanik. Dengan bantuan pompa, air yang berada di tempat lebih rendah dapat denga mudah dikeluarkan ke tempat yang lebih tinggi.

Hal yang sama juga berlaku pada kalor. Kalor secara alami akan berpindah atau mengalir dari temperature yang tinggi menuju ke tempat yang temperaturnya lebih rendah. Rendah atau tingginya temperatur menjadi salah satu indikasi ukuran energi kalor yang terdapat pada sebuah zat. Jika temperatur semakin tinggi, maka energi kalornya juga akan semakin tinggi. Untuk dapat memindah kalor dari tempat dengan temperatur yang lebih rendah, diperlukan sistem pompa kalor. Sama halnya dengan pompa air, diperlukan usaha atau energi dari luar untuk menyerap dan membuag kalor.

Proses pompa kalor biasanya diwakili dengan simbol Ts, Tc, Th, W, Qc dan Qh. Ts merupakan suhu lingkungan, Tc merupakan temperatur di sisi penyerapan kalor, W merupakan kerja dari luar, Th merupakan temperatur di sisi pembuangan alor, Qh merupakan kalor yang dibuang, dan Qc merupakan kalor yang diserap. Ketika tidak ada W (usaha) yang bekerja, temperature Tc, Ts, dan Th adalah sama dan tak ada proses perpindahan kalor

Ketika ada W yang bekerja, maka Tc akan menjadi lebih rendah dari Ts. Oleh sebab itu, energi kalor yang ada di sekitarnya akan diserap oleh sistem tersebut. Kalor yang diserap tadi akan dibuang ke Qh sehingga menjadikan temperatur Th akan menjadi lebih besar dibanding Ts. Dalam keadaan tersebut dapat digambarkan Tc < Ts < Th.

Untuk menunjukkan performa dari sebuah pompa kalor, dikenal adanya istilah Coefficient of Performance (COP) atau sering juga disebut koefisien kinerja. Cop adalah perbandingan antara output dengan input yang diberikan. Untuk pompa kalor, input merupakan kerja dan output adalah penyerapan kalor.